Melihat masalah midazolam, anestesi dalam dugaan perawat bunuh diri di Bekasi

Hasil gambar untuk midazolam obat bius

Agung (21), seorang perawat dari Rumah Sakit Adam Thalib, terbunuh dengan menyuntikkan cairan ke tubuhnya melalui overdosis. Polisi menemukan suntikan dan cairan di dekat korban.

“Saya menemukan tanda-tanda suntikan pada tubuh korban, dan tiga jarum suntik ditemukan di dekat korban,” kata Iptu Elman, penyidik ‚Äč‚Äčkriminal untuk Kepolisian Cikarang Barat, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu di AFP (27/03/2014). dikutip).

Selain jarum suntik, tes lain ditemukan, yaitu 3 kantong alkohol dan 2 sudah digunakan. Hasil lebih lanjut adalah 2 Midazolom Midane, 5 mg ampul, 1 piring air Otsu yang mengandung 25 ml dan 1 10 ml NaCl-otsu-Plabot.

Midazolam dikutip oleh Mayo Clinic dan termasuk dalam kelompok benzodiazepin sistem saraf pusat (SSP). Obat ini memperlambat sistem saraf, yang hanya dapat diberikan dengan resep medis dan pengawasan. Setiap pasien menerima dosis berbeda sesuai kebutuhan.

Suntikan midazolam menyebabkan kantuk dan menghilangkan kecemasan sebelum operasi atau prosedur lainnya. Penggunaan midazolam menyebabkan pasien yang tidak mengingat bagian prosedur secara terperinci. Kegunaan lain midazolam adalah anestesi sebelum dan selama operasi.

Selain anestesi, Midazolam juga digunakan dalam hukuman mati yang dikutip oleh Live Science di Amerika. Midazolam dapat digunakan secara langsung dalam eksekusi atau sebagai metode hukuman pertama. Menurut putusan Mahkamah Agung, penggunaan midazolam tidak melanggar amandemen kedelapan, yang melarang hukuman yang keras dan tidak biasa. Sebelumnya, beberapa tahanan tidak mati setelah menyuntikkan midazolam atau memicu reaksi terhadap penyakit sebelum mereka meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *